Sistem infus-Salah satu kelemahan printer yang menggunakan sistem infus adalah, residu atau sisa tinta yang terlalu banyak, sehingga memerlukan tanki tambahan untuk menampung sisa tinta tersebut.
Normalnya, tanpa sistem infus sisa tinta akan diserap oleh ink absorber
(busa/spons) yang terdapat di dasar printer, tapi dengan sistem infus
jika pemakaiannya cukup sering, busa/spons tersebut paling hanya mampu
bertahan 1-6 bulan, setelah itu sisa tinta akan mulai keluar melalui
celah di bagian dasar, hal ini akan sangat merepotkan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka dibuatlah sistem pembuangan. Kelemahannya, anda harus membongkar printer tersebut dan ini berarti segel garansi printer anda menjadi hilang.
Tapi resiko ini harus diambil, mengingat garansi printer hanya untuk
komponen selain cartridge atau head, dan kenyataanya komponen yang
digaransikan rata2 bertahan lebih dari 1 tahun.
Bagaiman Membuat saluran pembuangan tinta, Berikut tipsnya...
Penting; semua posisi selang ini, sama pada semua tipe printer yaitu dibagian roll cleaning.
Penting; hati-hati saat menarik, janganan sampai selang terlepas dari bagian rolling, jika terlepas anda akan kerepotan sebab harus membongkar printer untuk memasangnya kembali.
Keempat, ketika ujung selang sudah di dapat, jika ukurannya kurang panjang anda bisa menyambungnya menggunakan selang lain, anda bisa mengambil sambungan selang ini dari selang infus.
Keenam, proses selesai, tutup kembali printer anda dan jangan lupa sebelum ditutup masukkan selang pembuangan tersebut pada lobang yang sudah anda buat.
Terakhir, anda tinggal memasang selang pada botol plastik untuk menampung sisa tinta, dan tempelkan botol tersebut di bagian belakang printer.
Kira-kira seperti itulah cara praktis membuat saluran pembuangan tintadapat di lakukan, semoga bermanfaat.

0 Comments